Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dan Supervisor

PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANJER DAN SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN MUTU AKADEMIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PEKUNDEN SEMARANG

Kodliyaka, Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam YPKPI Masjid Raya Jawa Tengah, SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang, fadlizaka35@gmail.com , sdisriati2.sch.id

ABSTRAK

Kepala sekolah memiliki posisi penting dalam sebuah satuan lembaga pendidikan. Salah satu peran pentingnya adalah perannya sebagai manajer dan supervisor dalam meningkatkan mutu akademik pada sekolah yang dipimpinnya.

Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Mutu Akademik SDN Pekunden Semarang, untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepala sekolah sebagai Manajer dalam meningkatkan Mutu Akademik di SDN Pekunden Semarang, untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepala sekolah sebagai Supervisor dalam meningkatkan Mutu Akademik di SDN Pekunden Semarang.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber informasi: kepala sekolah, guru, komite sekolah, siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Adapun pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber penelitian, triangulasi metode, triangulasi ahli peneliti dan triangulasi teori.

Hasil penelitian pertama peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu akademik di SD Negeri Pekunden Semarang, Kepala Sekolah merencanakan dan Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan serta memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal, kepala sekolah sebagai manajer telah menyusun program jangka pendek dan program jangka menengah, menyusun RKT RKS. Kedua peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan mutu akademik di SD Negeri Pekunden Semarang dilakukan dengan merencanakan program supervisi, melaksanakan program supervisi kunjungan kelas baik sesuai jadwal supervisi maupun secara insindental, mengadakan tindak lanjut dari supervisi untuk meningkatkan profesionalisme guru, dengan cara berdiskusi dengan guru tersebut dan memberikan masukan terhadap apa yang menjadi pengamatan di kelas. Ketiga mutu akademik SD Negeri Pekunden Semarang sudah sangat baik, hal ini terbukti melalui; (a) hasil nilai mutu sekolah sangat memuaskan, hasil prestasi yang sangat banyak mulai dari tingkat Kecamatan, Kota, Nasional dan Internasioanal, SD Negeri Pekunden mendapatkan BOS dan BOS kinerja, pretasi akademik dan non akademik SD Negeri Pekunden Semarang sebagai berikut: a).  Tingkat Kecamatan sebanyak 411 prestasi. b. Tingkat Kota atau Kabupaten sebanyak 145 prestasi. c. Tingkat Provinsi sebanyak 74 prestasi. d. Tingkat Nasional sebanyak 17 prestasi e. Tingkat Intirnasional sebanyaak 4 prestasi.

Kata Kunci: Peran kepala sekolah sebagai manajer, supervisor, meningkatkan mutu akademik

  1. Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu pilar yang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan yang bermutu merupakan harapan setiap masyarakat suatu negara. Pengalaman menunjukkan bahwa modal kehidupan dalam setiap perubahan zaman adalah pendidikan. Pendidikan merupakan kunci utama bagi suatu bangsa untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan dan semua elemen yang terkait didalamnya harus diberdayakan ke arah pencapaian tujuan penciptaan sumber daya manusia (SDM) semaksimal mungkin sehingga berkualitas.

Salah satu faktor terpenting yang paling mempengaruhi pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan adalah strategi kepala sekolah dalam menerapkan peningkatan mutu di sekolah, tidak jarang kepemimpinan kepala sekolah berhadapan dengan berbagai masalah yang berhubungan dengan berbagai masalah pengelolaan di sekolah, baik yang berhubungan dengan implementasi kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, personalia (pegawai dan guru), keuangan, serta hubungan sekolah dengan masyarakat. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen  pendidikan  yang  berpengaruh  dalam  meningkatkan  kinerja  guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi  sekolah, pembinaan tenaga kependidikan  lainnya,  dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa, 2004: 25). Hal tersebut  menjadi lebih  penting  sejalan dengan semakin  kompleksnya  tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efesien.

Kepala sekolah adalah tokoh sentral dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Berhasil atau tidaknya sebuah lembaga pendidikan khususnya pada satuan pendidikan akan sangat dipengaruhi oleh kompetensi yang dimiliki kepala sekolah tersebut. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang tugas Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

Peran utama kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan adalah menciptakan situasi belajar mengajar sehingga guru-guru dapat mengajar dan murid-murid dapat belajar dengan baik. Dalam melaksanakan peran tersebut, kepala  sekolah  memiliki  tanggungjawab  ganda  yaitu  melaksanakan administrasi sekolah sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang baik, dan melaksanakan supervisi sehingga guru-guru bertambah dalam menjalankan tugas-tugas pengajaran dan dalam membimbing pertumbuhan murid-murid.

Maju tidak pendidikan di suatu sekolah tergantung juga kepada kepala sekolah sebagai tenaga kependidikan, baik personal, sosial maupun professional harus benar-benar dipikirkan karena pada dasarnya kepala sekolah sebagai tenaga pendidikan disekolah menjadi contoh teladan bagi bawahannya serta kepada peserta didiknya dan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan disekolah.

 Gorton  (2011: 13) Pemimpin pendidikan merupakan sosok yang mengorganisasikan sumber-sumber daya intasi dan sumber daya fisik untuk mencapai tujuan organisasi pendidikan secara efektif dan efisien. Peran utamanya adalah mengembangkan dan mengimplementasikan prosedur dan kebijaksanaan pendidikan yang dapat menghasilkan efisiensi pelaksanaan pendidikan.

Dekdipnas (2007: 768) kualitas pendidikan  dapat  diukur  dengan  standar nasional pendidikan yaitu standar isi, standar lulusan, standar kompetensi, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, srana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.

Mulyadi (2010: 71) dalam usaha meningkatkan mutu sekolah suatu lembaga juga berupaya meningkatkan mutu lulusan, karena tidak mungkin jika lulusan bermutu tanpa didasari proses pendidikan yang bermutu. Sifat dari mutu adalah global, menyeluruh yang menyangkut semua komponen pelaksanaan dan kegiatan pendidikan.

Tirtahardja dan Sulo (2005: 232) menyatakan bahwa mutu   pendidikan secara jelas dapat dilihat dari kualitas lulusan. Mutu pendidikan dapat tercapai apabila sistem pendidikan  telah  dapat  melalui  proses pendidikan yang bermutu yang mengedepankan mendidik anak agar memiliki etos belajar dan kerja  keras,  memiliki visi kebangsaan, komitmen kemanusiaan serta etos keilmuan yang kuat sehingga akan dihasilakn lulusan bermutu, baik dari segi pengetahuan, keterampilan,  pembentukan  karakter berwawasan kebangsaan dan kemanusiaan tanpa harus mengabaikan kejujuran dan objektivitas.

Mutu pendidikan juga dikatakan sebagai salah satu cara dalam mengukur pengelolaan pendidikan secara efektif dan efisien. Sehingga dapat menciptakan akademis dan non akademis yang unggul bagi siswa. Pengertian mutu jika dalam konteks pendidikan meliputi input, proses, dan output pendidikan (Fitrah 2017: 33).

Input pendidikan ialah segala sesuatu yang diwajibkan ada dan sudah tersedia karena hal tersebut sangat diperlukan untuk berjalannya suatu proses. Adapaun yang dimaksud dengan segala sesuatu diatas ialah berupa: (1) input sumber daya manusia (kepala sekolah, guru, karyawan, dan peserta didik) dan input sumber daya non manusia (perlengkapan, peralatan, bahan, dana, dan lain sebagainya). (2) input perangkat lunak yang meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan undang-undang, deskripsi penugasan, perencanaan pendidikan, program pendidikan, dan lain sebagainya. (3) input harapanharapan seperti visi, misi, tujuan, sasaran yang akan dicapai oleh madrasah tersebut (Machali dan Hidayat : 365).  Sehingga semakin tinggi tingkatan pada kesiapan input, maka akan semakin tinggi pula mutu input yang dihasilkan. Dalam mewujudkan kualitas pendidikan, sebuah lembaga pendidikan harus mempunyai visi dan misi terlebih dahulu dengan tujuan agar terciptanya madrasah yang unggul, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Dengan begitu sebuah lembaga mempunyai gambaran-gambaran dan harapan-harapan yang ingin dicapai. Adapun yang dimaksud dengan visi pada sebuah lembaga pendidikan ialah berupa gambaran masa depan yang diinginkan oleh madrasah untuk menjadikan madrasah yang berkualitas sesuai perkembangannya dan sejalan dengan koridor kebijakan nasional serta juga harus sesuai dengan kebutuhan siswa dan masyarakat. Sedangkan, misi ialah suatu tindakan yang akan dilakukan dalam merealisasikan dari sebuah visi dengan berbagai indikator (Machali: 366)

Proses Pendidikan Proses pendidikan adalah bergantinya suatu hal menjadi sesuatu yang lain. sesuatu yang berpengaruh dalam berjalannya proses disebut dengan input, sedangkan proses dari suatu hasil disebut output. Maksud proses disini jika dalam lingkup pendidikan pada jenjang madrasah ialah sebuah proses pada pengambilan keputusan, pengelolaan program, pengelolaan kelembagaan, proses pembelajaran, dan proses meninjau serta penilaian. Yang mana pada hal ini proses pembelajaran harus lebih diutamakan karena proses pembelajaran ini merupakan suatu hal yang paling penting jika dibandingkan dengan proses-proses yang lain. Sebuah proses dapat disebut mempunyai mutu yang berkualitas jika dapat memadukan input dengan baik. Sehingga dapat menciptakan kondisi belajar mengajar yang menyenangkan, sanggup menumbuhkan motivasi minat belajar pada diri siswa, dan sanggup menjadikan siswa tidak hanya mengusai pengetahuan yang telah diberikan oleh gurunya akan tetapi juga dapat mengusai pengetahuan yang telah ada pada diri siswa itu sendiri seperti mereka bisa menghayati dan dapat diterapkan kedalam kehidupan sehari-hari dan secara terus menerus (Rohiat, 2008: 58). Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa proses dalam pendidikan adalah suatu tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan prosedur. Seperti proses dalam belajar mengajar, proses penilaian, proses pada sistem pengelolaan dan proses input. Dengan tujuan supaya bisa menghasilkan output yang berkualitas.

Output pendidikan Output pendidikan merupakan hasil dari proses kinerja madrasah yang berupa prestasi madrasah. Kinerja madrasah dapat dinilai dari segi kualitasnya, produktivitasnya, efisiensi, inovasi, dan kualitas pada moral kerja. Output pendidikan yang dipahami adalah bahan jadi yang di hasilkan melalui transformasi. Hal ini bersangkutan dengan siswa lulusan madrasah. Dengan diadakannya kegiatan penilaian maka akan membantu untuk menentukan apakah peserta didik bisa berstatus lulus atau justru tidak lulus. Hal ini dilakukan sebagai alat dalam penyaringan kualitas (Sfaefudin: 369). Tingkatan output menurut Imam Machali dan Ara Hidayat merupakan tingkatan yang paling tinggi, kemudian disusul proses yang mana tingkatannya lebih rendah satu tingkat dari output, lalu input menempati tingkatan paling rendah diantara output dan proses. Output disini ialah sebuah prestasi madrasah yang dihasilkan dari berlangsungnya proses manajemen pembelajaran di madrasah. Adapun untuk pembagiannya, output dibagi menjadi dua, yaitu bisa dalam wujud prestasi akademik dan prestasi non akademik, misalnya kesenian, kepramukaan, kerajinan, kejujuran, toleransi, rasa ingin tahu yang tinggi, dan melakukan kerjasama yang baik (Machali dan Hidayat : 369). Sedangkan untuk menghasilkan output dalam kualitas mutu lulusan, terdapat empat langkah, yaitu: review, benchmarking, quality assurance, dan quality control (Zahroh dan Maunah, 2015: 227). Oleh sebab itu, input, proses dan output merupakan satu serangkaian yang sangat penting untuk terus di tingkatkan serta hal tersebut tentu akan melibatkan para stakeholder pada lembaga pendidikan.

Dari penjelasan tersebut apakah SD Negeri Pekunden Semarang mutu pendidikannya dalam konteks meliputi input, proses, dan output pendidikan sudah sesuai sesuai mutu yang diharapkan. Mutu merupakan suatu derajat keunggulan sebuah pelayanan. Dikatakan berkualitas apabila suatu pelayanan atau prodak dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuannya. Dalam penelitian ini berkualitasnya SD Negeri Pekunden Semarang dapat dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu: (1) SD Negeri Pekunden Semarang terakreditasi A, (2) memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas, (3) memiliki tenaga kependidikan yang profesional, (4) sarana dan prasarana memadai. (5) memiliki banyak prestasi baik akademik maupun non akademik, (6) para alumni bisa diterima disekolah-sekolah terbaik.

  1. Metode Penelitian

Jenis, Waktu, Tempat dan Subjek Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenisnya studi kasus. Arikunto (2010: 234) berpendapat bahwa pendekatan deskriptif kualitatif adalah tidak untuk mengkaji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan. Penelitian ini akan menggambarkan jenis studi kasus keadaan, yaitu (1) mutu sekolah yang mencakup prestasi akademik dan prestasi non akademik di SDN Pekunden Semarang. (2) peran kepala sekolah yang sebagai supervisor dalam meningkatkan mutu sekolah dan (3) peran kepala sekolah yang sebagai leader dalam meningkatkan mutu SD Negeri Pekunden Semarang.

Moleong (2012: 6) berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Misalnya, kata-kata dan tindakan dideskripsikan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah,sehingga dapat menghasilkan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian.Menurut Sugiyono (2012: 15) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pospositivisme, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah.

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Pekunden Semarang yang berada di Jl. Taman Pekunden No. 9 Kecamatang Semarang Tengah. Mengapa di ambil di di SD Negeri Pekunden Semarang di karenakan sekolah ini merupakan salah satu sekolah negeri terbaik di kota semarang, dan memiliki prestasi akademik maupun non akademiknya sangat baik. subjek dalam penelitian kualitatif adalah nara sumber atau informan, sumber data berasal dari beberapa informan, yaitu pengawas, guru, komite, siswa dan staf.

Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian ini diperoleh dengan cara peneliti melakukan wawancara dengan melakukan pertemuan langsung dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan 2 orang, dan perwakilan komite sekolah dengan memfokuskan pada materi yang bersangkutan dengan penelitian yang sedang ber- langsung diantaranya adalah tentang kurikulum yang dilaksanakan pada saat ini, peran kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan sejarah dari Objek yang diteliti.

Metode pengumpulan data ini berfungsi sebagai penggali informasi berupa perta- nyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan peran kepala sekolah sebagai manajer dan supervisor. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumentasi untuk memperoleh data gambaran umum tentang sejarah SD Negeri Pekunden Semarang, susunan organisasi, prestasi yang telah dicapai, dan rencana pengembangan sekolah.

Teknik Analisis data

Dalam penelitian ini dianalisiskan dengan cara mereduksi data, display data dan mengambil kesimpulan dari data yang terkumpul tersebut. Reduksi data dilaku- kan dengan proses pemilihan, pemuatan perhatian pada penyederhanaan atau pe- ningkatan data dalam bentuk uraian atau laporan yang terinci. Reduksi data dimulai dengan membuat rangkuman dari setiap data  agar  mudah  dipahami,  membuang data yang dianggap tidak penting serta ke- seluruhan rangkaian ini kemudian dike- lompokan berdasarkan katagori dari per- masalahan yang diteliti (lihat tabel reduksi data kepala sekolah. Display data adalah upaya untuk menyajikan data dengan cara melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu dari data penelitian untuk mem- permudah dalam membaca data maka data yang telah direduksi kemudian disajikan dengan cara menggabungkan informasi yang tersusun dalam satu bentuk yang mudah dilihat untuk dikaji. Mengambil kesimpulan adalah upaya untuk mencari makna terhadap data yang dikumpulkan dengan cara mempelajari pola, tema, persamaan, perbedaan, dan hal yang paling banyak timbul

  1. Hasil Penelitian
  2. Peran Kepala Sebagai Manajer Dalam Meningkatkan Mutu Akademik Sd Negeri Pekunden
  3. Merencanakan program Sekolah SD Pekunden dalam meningkatkan Mutu Akademik

Peran Kepala Sekolah sebagai manajer dalam penigkatan mutu akademik dalam perencanaan berjalan dengan baik hal tersebut dibuktikan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan perencanaan di awal tahun pelajaran baru, mulai dari membuat rancangan program sekolah, mengacakan rapat sekolah bersama komite untum membahasa rencana program sekolah satu tahun kedepan, menyusun rencana kerja sekolah (RKS), hal tersebut dilaksanakan agar mutu sekolah dan mutu akademik dapat meningkat.

  • Pengorganisasian Sekolah SD Pekunden dalam meningkatkan Mutu Akademik

Peran kepala sekolah dalam pengorganisasian di SD Negeri Pekunden Semarang sudah berjalan baik sesuai kebutuhan sekolah, hal ini sesuai dengan hasil wawancara, observasi secara lansung, kepala sudah melakukan pengorganisasian diawal tahun ajaran baru dianataranya adalah; membagi tugas mengajar guru, menunjuk beberapa guru untuk membantu tugas kepala sekolah yaitu bagian humas, bagian tim penjamin mutu internal sekolah, bagian kesiswaan dan juga tim bina prestasi.

  • Pelaksanaan Sekolah SD Pekunden dalam meningkatkan Mutu Akademik

Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam pelaksanaan program peningkatan mutu akademik di SD Negeri Pekunden sudah berjalan dengan baik hal ini dibuktikan hasil penemuan peneliti sebagai berikut; kepala sekolah sudah melaksanakan rapat diawal ajaran tahun baru dan melaksanakan apa yang menjadi keputusan bersama ketika rapat, dalam pelaksanaannya kepala sekolah melakukan kerja sama dengan paguyuban kelas, komite sekolah, perusahaan untuk membantu memenuhi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran untuk meningkatkan mutu akademik sekolah. 

  • Pengawasan dan Evaluasi Sekolah SD Pekunden dalam meningkatkan Mutu Akademik

Bahwa kepala sekolah sudah melakukan pengawasan dan evaluasi dalam semua program yang sudah dilaksanakan hal ini berdasarkan hasil temuaan peneliti, kepala mengadakan rapat evaluasi sekolah terhadap kegiatan sekolah dan memberikan masukan, berbaikan kegiatan agar meminimalisir kekurangan dan kesalahan, program dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan ditindaklajuti sesuai dengan kesepakatan yang dicapai dalam rapat, agar mutu akademik sekolah semakin baik dan meningkat.

  • Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Mutu Akademik
    • Perencanaan Supervisi di SD Negeri Pekunden Semarang

Dari hasil wawancara, observasi atas peneliti menemukan bahwa Peran Kepala Sekolah sebagai supervisor dalam penigkatkan mutu akademik dalam perencanaan supervisi sudah berjalan dengan baik hal tersebut dibuktikan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan perencanaan supervisi kelas di awal tahun pelajaran baru, dalam satu tahun pelaksanaan dilaksanakan dua kali.

  • Pelaksanaan Supervisi SD Negeri Pekunden Semarang

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan menelusuran dokumen, bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam pelaksanaan program peningkatan mutu akademik di SD Negeri Pekunden sudah berjalan dengan baik hal ini dibuktikan hasil penemuan peneliti sebagai berikut; kepala sekolah sudah melaksanakan supervisi di kelas, superviasi juga dilakukan oleh pengawas sekolah dan adanya instrumen penelian supervisi kelas.

  • Tindak lanjut supervisi SD Negeri Pekunden Semarang

Berdasarkan hasil wawancara, observasi, bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam menindak lanjuti hasil supervisi di kelas, kepala sekolah telah melakukan pertemuan dengan guru terkait untuk memberikan masukan sesuai dengan catatan dan pengamatan dikelas.

  • Mutu Akademik SD Negeri Pekunden Semarang

            Dari hasil wawancara, observasi dan peninjauan dokumen tentang mutu akademik di SD Negeri Pekunden dapat di simpulkan bahwa SD Negeri Pekunden mememiliki mutu akademik yang baik dengan indikator sebagai berikut; (1). Jumlah pendaftar selalu meningkat setiap tahunnya. (2). Sekolah yang memilki prestasi akademik maupun non akademik terbanyak menurut aplikasi sang juara kota semarang peringkat 3 sekota semarang. (3). Mejadi sekolah negeri rujukan dan pailot projek di kota semarang. (4). Meraih prestasi akademik dan non akademik mulai dari tingkat kecamatan, kota/ kab semarang, nasioanal, dan Internasional. (5). Terakreditasi A. (6) Mendapatkan Bos Kinerja. (7). Sarana dan prasaran lengkap. (8). Nilai mutu sekolah sangat memuaskan.

  1. Pembahasan
  2. Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Dalam Meningkatkan Mutu Akademik di SD Negeri Pekunden Semarang

Kepala SD Negeri Pekunden Semarang telah bekerjasama dengan baik dengan para guru, berkoordinasi dengan tenaga kependidikan dan dengan  seluruh stakeholder yang ada. Kepala sekolah mampu melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada. Kepala sekolah SD Negeri Pekunden Semarang selalu berusaha meningkatkan mutu akademik sekolahnya yang masih berjalan dengan baik. Peran kepala sekolah sebagai manajer selanjutnya yaitu sebagai penghubung dalam pengelolaan sumber daya pendidik untuk kemajuan sekolah. Usaha kepala sekolah dalam mengelola dan mengembangkan pendidik dan pendidik dan tenaga kependidikan yaitu melalui bimbingan, pelatihan, seminar, pelatihan, seminar, tenaga Workshop, siraman rohani studi banding, dam studi lanjut.

Peran kepala sekolah dalam mengelola dan mengoptimalkan Sarana dan prasarana yaitu sebagai pemimpin terhadap tim pengelolaan sarana dan prasarana. Kepala sekolah berusaha memperbaiki dan mengembangkan fasilitas sekolah dengan pengadaan gedung, melengkapi sarana dan prasarana, menginventaris, merawat, dan mengoptimalkannya. Kepala sekolah telah melaksanakan perannya dengan baik melalui penyediaan fasilitas pembelajaran, menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya pembelajaran secara efektif. Kepala sekolah selalu berusaha memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Kepala sekolah menjalankan perannya sebagai pemimpin dengan menjadi penyalur bakat dan minat yang dimiliki guru dan siswanya. Memberikan support kepada seluruh dewan guru maupun karyawan untuk selalu meningkatkan kompetensinya dalam perannya masing-masing.

Mengutip pendapat Hasibuan (2012), bahwa tujuan dari motivasi adalah sebagai berikut: 1). Meningkatkan moral dan kepuasan kerja, 2). Meningkatkan produktivitas kerja pegawai, 3). Meningkatkan kestabilan pegawai, 4). Meningkatkan disiplin pegawai, 5). Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik, 6). Meningkatkan loyalitas, kreativitas, dan pertisipasi pegawai, 7). Meningkatkan tingkat kesejahteraan pegawai, dan 8). Mempertinggi rasa tanggung jawab.

  • Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Mutu Akademik di SD Negeri Pekunden Semarang

Supervisi merupakan salah satu faktor penting sebagai upayaa menin okatkan mutu sekolah, di mana kegiatan yang dilakukan oleh kepala bagai supervisor pada satuan pendidikan formal. Salah satu peran sekolah sebla sekolah adalah sebagai supervisor yaitu yang mengawasi dan mengontrol jalannya pembelajaran pendidik dan kependidikan. Kepala sekolah mendampingi guru dan peserta didik dalam mengatasi persoalan yang dihadapi selama proses kegiatan belajar mengajar, sehingga dengan adanya supervisi ini maka guru mestinya dapat meningkatan kegiatan belajar mengajar lebih baik.

Peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan akademik SD Negeri Pekunden Semarang antara lain:

Pertama, kepala sekolah merencanakan program supervisi, adapun program yang dibuat kepala sekolah yaitu program supervisi akadenmik (pelaksanaan pembelajaran) dan administrasi.

Kedua, pelaksanaan supervisi akademik di SD Negeri Pekunden Semarang ini dilakukan satu tahun dua kali supervisi dari dalam sekolah dan kali dari dinas pendidikan dalam hal ini yaitu koor dinator satuan pendidikan Semarang Tengah, selain itu karena jumlah guru yang banyak Kepala sekolah membagai tugas dalam pelaksanaan supervisi dengan unkulm, kesiswaan, guru yang senior dan berkualitas, dan guru yang telah menempuh jenjang S2. Sedangkan pelaksanaan supervisi ckstrakurikuler yaitu progran yang dibuat kepala sekolah adalah supervisi kelengkapan administrasi dan supervisi pelaksanaan kegatan.

Ketiga, kepala sekolah melakukan tindak lanjut dalam meningkatkan mutu sekolah, dengan adanya tindak lanjut dari kepala sekolah, kinerja guru meningkat. Terbukti terdapat salah satu guru yang mendapatkan juara guru berpertasi. Selain itu hampir semua guru di SD Negeri Pekunden Semarang memiliki kompetensi yang memadai, hal ini dapat dibuktikan: 90 persen gurunya sudah memiliki sertifikat pendidik profesional.

Keempat, supervisi yang dilakukan kepala sekolah dapat meningkatkan prestasi sekolah. Salah satu peran kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi baik yang diraih guru dan siswa adalah karena peran kepala sekolah sebagai supervisor. Sangat banyak yang diraih oleh peserta didik terkait dengan prestasi akademik dan nonakademik.

Hal ini selaras dengan pendapat Mulyasa (2006: 108) bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pokoknya mengajar. Selain itu selaras dengan Mukhtar dan Iskandar (2009: 81-82) bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi yang dapat dilakukan melalui kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Kepala sekolah sebagai supervisor dalarn peningkatan mutu akademik di SD Negeri Pekunden Semarang telah merencanakan program supervisi yaitu supervisi akademik dan administrasi kelas, melaksanakan program supervisi akademık program supervisi kelas dan administrasi kelas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan tindak lanjut program supervisi akademik dan administrasi kelas dengan memberikan evaluasi kepada guru yang bersangkutan. Hal ini sesuai dengan Teori Ambarita (2013: 122) bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor adalah mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang pat antara lain: (a) mampu merencanakan supervisi sesuai kebutuhan guru, (b) mampu melakukan supervisi bagi guru dengan menggunakan teknik-teknik supervisi yang tepat, (c) mampu menindaklanjuti hasil supervisi kepada guru melalui pengembangan professional guru dan penelitian tindakan kelas. Hal ini pun selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 dalam (Soegito, 2010: 67-70) bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor antara lain: (1) merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. (2) melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. (3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka profesionalisme guru.

  • Mutu Akademik  SD Negeri Pekunden Semarang

Mutu sekolah adalah kemampuan mengelola input, proses, dan outpul, dan mendayagunakan secara opitimal untuk meningkatkan kemampuan belajar dan hasil belajar sehingga mencapai prestasi akademik dan nonakademik, antara lain:

Input di SD Negeri Pekunden Semarang dari segi SDM (sumber daya manusia) berkompeten di bidangnya antara lain kepala sekolah yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas, setiap guru memaksimalkan kemampuannya dalam mendidik, peserta didik baru yang diobservasi secara maksimal melalui tes seleksi administrasi, dan Usia yang siap belajar. Selain SDM terdapat juga sarana prasarana yang lengkap dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Adapun kesiapan di SD Negeri Pekunden Semarang dalam proses dapat berlangsung dengan baik, dimana tinggi rendahnya mutu dapat diukur dari kesiapan input, sehingga makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula input mutu tersebut.

Hal ini selaras dengan pendapat Hasan (2016: 390) berpendapat buhwa indikator atau kriteria yang dapat dijadikan tolak ukur mutu pendidikan antara lam: (1) hasil akhir pendidikan (2) hasil langsung pendidikan, hasıl langsung milah yang dipakai sebagai titik tolak pengukuran mutu pendidikan suatu lembaga pendidikan. Misalnya, tes tertulis, daftar cek, anekdot, skala rating, dan skala sikap. (3) proses pendidikan (4) instrument input yaitu alat berinteraksi dengan raw input (siswa). (5) raw input dan lingkungan. Dari indikator ini hal yang utama dilihat dari input.

Proses pendidikan SD Negeri Pekunden Semarang antara lain: (1) kinerja guru dalam mengajar memberikan penjelasan meyakinkan, sehat dan rajin mengajar, dan menyiapkan bahan pelajaran lengkap pelayanan administratif dan edukatif sekolah baik dengan kinerja yang baik. (2) sekolah ditata menarik, guru membuat media-media pendidikan yang menarik di setiap ruang kelasnya. (3) warga sekolah saling menghormati, demokrasi, dan menghargai profesionalisme. (4) adanya pengordinasian dan penyerasian serta pemanduan input sekolah antara ialn: kepala sekolah, guru, peserta, kurikulum, dana, dan sarana prasarana dikelola Secara terpadu sehingga menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, mendorong motivasi dan minat belajar dan mampu memberdayakan peserta didik. Di mana memberdayakan berarti peserta didik menguasai pengetahuan dengan menghayati, dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu belajar secara mandiri. (5) waktu wajar yaknm sesuai dengan waktu yang wajar meliputi memulai dan mengakhiri pelajaran tepat waktu, waktu ulangan tepat. (6) guru mengembangkan kinerjanya melalui pelatihan, seminar, KKG, diklat dll. (7) menghargai prestasi guru dan peserta didik.

Output pendidikan merupakan kinerja sekolah, salah satu kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dapat dilihat dari proses. Sehingga output sekolah dapat dikatakan bemutu jika prestasi sekolah yang diperoleh peserta didik menunjukan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik dan prestasi nonakademik. SD Negeri Pekunden Semarang adalah salah satu sekolah Negeri yang memiliki prestasi baik karena banyak sekali jika dilihat di data dinas pendidikan kota semarang melalui aplikasi sang juara SD Negeri Pekunden menempati peringkat 3 sekota semarang baik prestasi akademik maupun non akademik,  prestasi yang diraih mulai dari tingkat kecamatan hingga Internasional.

Hal ini pun selaras dengan pendapat menurut Hasan (2011: 335) berpendapat bahwa indikator atau kriteria yang dapat dijadikan tolak ukur mutu pendidikan antara lain: hasil akhir pendidikan (output) yaitu prestasi akademik, antara lain: ulangan harian, nilai dari portofolio, nilai ulangan umum atau nilai pencapaian ketuntasan kompetensi UAN/UAS, karya ilmiah, lomba akademik, dan prestasi non akademik antara lain: olahraga, kesenian, dan keterampilan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi dan penelusuran dokumen tentang prestasi yang dimiliki oleh SD Negeri Pekunden Semarang, berdasarkan hasil penelusuran peneliti dinas pendidikan kota semarang melalu web. sang juara (https://sangjuara.semarangkota.go.id/kejuaraan-sekolah) menunjukkan hasil pretasi akademik SD Negeri Pekunden Semarang sebagai berikut: a).  Tingkat Kecamatan sebanyak 411 prestasi. b. Tingkat Kota atau Kabupaten sebanyak 145 prestasi. c. Tingkat Provinsi sebanyak 74 prestasi. d. Tingkat Nasional sebanyak 17 prestasi e. Tingkat Intirnasional sebanyaak 4 prestasi.

Persamaan hasil penelitian yang relevan menurut pendapat Hadi (2016) dengan peneliti yaitu meningkatkan mutu akademik sekolah dengan mengikutsertakan guru dalam menghadiri seminar, pelatihan dan diklat, Kelompok Kerja Guru (KKG), pelatihan pembuatan soal, dan pelatihan kemampuan berbahasa inggris. Perbedaan dari penelitian yang relevan ini yaitu faktor yang menghambat: urusan kemakmuran yang kurang diperhatikan oleh sekolah kerap membuat guru enggan untuk bekerja Keras sehingga mengganggu proses belajar mengajar, dan keadaan siswa yang kurang mampu dalam mengikuti pelajaran. Sedangkan faktor yang  menghambat mutu SD Negeri Pekunden Semarang antara lain kurang dukungan dari orangtua murid dan kesibukkan guru.

  • Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Peran kepala sebagai manajer dan supervisor dalam meningkatkan mutu akademik di SD Negeri Pekunden Semarang sebagai berikut:

  1. Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan Mutu Akademik di SD Negeri Pekunden Semarang, Kepala Sekolah merencanakan dan Mengembangkan organisasi sekolah di SD Negeri Pekunden Semarang sesuai dengan kebutuhan serta memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan Sumber daya sekolah secara optimal kepala sekolah SD Negeri Pekunden Semarang sebagai manajer telah menyusun program jangka pendek 1 tahun dan program jangka menengah 4 tahun dengan baik. Penyusunan RKT RKS diawali dengan pelaksanaan Evaluasi diri sekolah (EDSS) Pelaksanaan EDS menggunakan instrument yang diturunkan dari regulasi tentang Standar Nasional Pendidikan. Dari tahapan yang telah dilakukan kepala sekolah tersebut telah menunjukan peran sebagai manajer yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu akademik sekolah. Karena kepala sekolah telah membuat perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik, penempatan guru dan karyawan juga tepat dalam rangka peningkatan mutu sekolah harus sesuai dengan keahlian dan bidangnya. Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi sebagai manajer, kepala sekolah juga telah maksimal menjalankan tugasnya sehingga peningkatan mutu akademik dapat tercapai.
  2. Peran Kepala Sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan mutu akademik di SD Negeri Pekunden Semarang sudah sangat baik hal ini dibuktikan dengan hal-hal sebahai berikut; (a) kepala sekolah merencanakan program supervisi kunjungan kelas satu tahun dua kali kunjungan. (b) kepala sekolah sudah melaksanakan program supervisi kunjungan kelas baik sesuai jadwal supervisi maupun secara insindental. (c) kepala sekolah mengadakan tindak lanjut dari supervisi untuk meningkatkan profesionalisme guru, dengan cara berdiskusi dengan guru tersebut dan memberikan masukan terhadap apa yang menjadi pengamatan di kelas.
  3. Mutu Akademik SD Negeri Pekunden Semarang sudah sangat baik, hal ini sudah berjalan sesuai dengan indikator dan terbukti melalui; (a) hasil nilai mutu sekolah sangat memuaskan, (b) hasil prestasi yang sangat banyak mulai dari tingkat Kecamatan, Kota, Nasional dan Internasioanal, (c) SD Negeri Pekunden disamping mendapatkan BOS reguler seperti sekolah yang lain juga mendapatkan BOS kinerja karena sekolah tersebut katagori sekolah terbaik dan berprestasi, (d) menjadi sekolah negeri percontohan di Kota Semarang, (e) kepala sekolah mengikutsertakan dan mendorong guru dalam menghadiri seminar, pelatihan dan diklat, Kelompok Kerja Guru (KKG), pelatihan pembuatan soal, dan pelatihan kemampuan berbahasa inggris. Selain itu terbukti melalui; (1) input sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya, kepala sekolah yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas di bidang pendidikan, guru yang memiliki potensi yang optimal dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik yang memiliki jiwa semangat yang tinggi dalam belajar. Sarana prasarana yang memadai dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. (2) proses yang dilakukan dalam peningkatan mutu akademik antara lain: memaksimalkan kegiatan belajar mengajar yang berkualitas dengan menggunakan media, alat peraga, dan memberikan motivasi. Ketika mendekati lomba akademik dan nonakademik peserta didik dilatih secara maksimal oleh guru dari dalam maupun pelatih dari luar. Selain itu guru juga tetap belajar semaksimal mungkin, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. (3) output di SD Negeri Pekunden Semarang antara lain: ditinjau dari segi prestasi akademik dan nonakademik meningkat mulai dari tingkat kecamatan, kota Semarang, nasional, bahkan hingga Internasional. Selain itu peningkatan jumlah pendaftar peserta didik yang setiap tahun meningkat. Sebelum adanya peraturan sistem zonasi lulusan dari SD Negeri Pekunden banyak yang di terima di SMP favorit. (4). Pretasi akademik SD Negeri Pekunden Semarang sebagai berikut: a).  Tingkat Kecamatan sebanyak 411 prestasi. b. Tingkat Kota atau Kabupaten sebanyak 145 prestasi. c. Tingkat Provinsi sebanyak 74 prestasi. d. Tingkat Nasional sebanyak 17 prestasi e. Tingkat Intirnasional sebanyaak 4 prestasi.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian tentang peran kepala sekolah sebagai manajer dan supervisor dalam peningkatan mutu akademik di SD Negeri Pekunden Semarang, maka penelitian memberikan saran-saran sebagai berikut:

  1. Kepada Kepala Sekolah
  2. Kepala sekolah supaya mempertahankan kinerjanya sebagai manajer yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu akademik sekolah dengan cara menjalankan fungsinya sebagai manajer.
  3. Kepala sekolah supaya lebih tepat lagi dalam mengatur pelaksanaan supervisi sehingga pelaksanaan sesuai jadwal serta tindak lanjut supervisi lebih ditingkatkan lagi agar tujuan supervisi dapat dicapai maksimal sehingga adanya peningkatn mutu akademik di sekolah tersebut.
  4. Peningkatan mutu akademik secara terus menerus supaya dipertahankan agar kualitas pendidikan semakin baik dan tetap menjadi sekolah percontohan.
  5. Kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  6. Pendidik dan tenaga kependidikan supaya mendukung dan merealisasiakan keinginan dari kepala sekolah yang dituangkan dalam visi, misi dan tujuan sekolah dan melaksanakan kebijakannya dalam rangka meningkatkan mutu akademik sekolah.
  7. Guru diharapkan dapat menjalankan kewajibanya yaitu mengajar dengan disiplin dan membuat perangkat pembelajaran tanpa harus menunggu ketika ada kegiatan supervisi dan monitoring.
  8. Guru harus terus menggali potensi dan mengembangkan Profesionalisme dan memberi contoh keteladanan terhadap siswa, dan semangat dalam memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap siswa agar mutu akademik tetap terjaga dengan baik.
  • Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Meningkatkan kepedulian dan perhatian Dinas Pendidikan melalui pengawas sekolah terhadap kepala sekolah, terutama menyangkut hal- hal yang erat kaitannya dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin pada lenbaga sekolah yang dipimpinnya. lembaga sekolah yang
  • Dinas pendidikan Melaksanakan program pembinaan yang terus menerus disertai monotoring dan evaluasi program pembinaan kepada semua kepala sekolah, khususnya tugas kepala sekolah dalam membentuk guru yang Profesionalisme.
  • Mempersiapkan sebaik mungkin calon-calon kepala sekolah yang akan dipromosikan menjadi kepala sekolah, baik dari segi kepribadian, maupun dari segi pengetahuan tentang tugas-tugas sebagai pemimpin.

Daftar Pustaka

Amri, Sofan, 2013. Peningkatan MutuPendidikan Sekolah Dasar dan Menengah. Prestasi Pustaka:Jakarta.

Arief Suadi. 1995. Sistem Pengendalian Manajemen.Yogyakarta: BPFE

Arikunto, Suharsimi.2006. Dasar-dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Asmani, Jamal Ma’mur, 2012. Tips Menjadi Kepala sekolah profesional. Jogjakarta: DIVA pers

Aqip, Zainal. 2015. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Bandung Yrama widya.

Basri, Hasan.2014. Kepemimpinan Kepala sekolah. Bandung: Pustaka setia.

Baladal Ibrahim, 2006, Manajemen Peningkatan Mutu: SD, Bumi Aksara, Jakarta.

Burhanuddin, Ali Imron, Maisyaroh. 2003. Manajemen Pendidikan Analisis

Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Danim. 2008. Visi baru manajemen Sekolah. Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik. Jakarta:Bumi Aksara

Depdiknas, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Balai Pustaka, Jakarta.

Depdiknas. 2007. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. ……………. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas

Fattah, Nanang. 2013. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Jakarta: PT. Remaja Rodaskara.      

Hasibuan, Malayu. 2008. Manajemen Dasar, Pengertian, Dan Masalah. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Ismail Solihin. 2012. Manajemen Strategik. Jakarta: Erlangga.

Machali, Imam dan Ara Hidayat.2016.The Handbook Of Education Management (Teori, dan Praktik Pengelolaan Sekolah/ Madrasah di Indonesia). Jakarta: Prenadamedia Group.

Michael A. Hitt, dkk. 1997. Manajemen Strategis Menyongsong Era Persaingan Globalisasi. Jakarta: Erlangga.

Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyasa. 2012. Praktek Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mutohar, Prim Masrokan.2013. Manajemen Mutu Sekolah. Jogjakarta: Ar Ruzz Media.

Moleong.Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Nasution. 1996. Metode Penelitian Kualitatif Naturalistik. Jakarta: Sinar Grafika.

Permendikbud No 28 Tahun 2016. Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. 2016. Jakarta: Dirjen Kemenkumham

Prihantoro, Rudy. 2012. Konsep Pengendalian Mutu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Republik Indonesia. 2005. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Robinson, Pearce. 1997. Manajemen Strategik Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Rohiat. 2010. Manajemen Sekolah Teori Dasar dan Praktik. Bandung: PT Refika Aditama

Saifudin. Anwar. 2001. Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sallis, Edward. 2015. Total Quality Management In Education. Yogyakarta: IRCiSoD.

Soegito, A.T., 2015, Manajemen Strategik, Semarang: UPGRIS PRESS UPT Penerbitan Universitas PGRI.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Sumarni, N. 2011. Strateg Peningkatan Mutu Sekolah Berdasarkan Analisa SWOT Pada SMP Kristen Satya Wacana Salatiga. Tesis, Salatiga: Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Pendidikan.

Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta: Dokumen Negara

Subroto, Suryo. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Nana Syaodih Sukmadinata, 2007. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Komariah,  Aan dan Triatna, Cepi. 2008. Visionary Leadership: Menuju Sekolah Efektif. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Widyarto Adi PS, 2002. Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, Jogjakarta: Amara Books.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *